15/02/2009
Ditto (Korean Movie)
Posted in My Comments About Movies or Series tagged ditto, korean, movie at 4:13 am by hifni
Dipublikasikan pertama kali di bagian Pages blog ini pada Feb 15, 2009 @ 4:13
2 Juni 2006 malam, Aku menonton Ditto, sebuah drama korea lepas di Jak-TV. Pada beberapa hal, aku merasakan kemiripan sifat dengan karakter utama film tersebut, Yoon Seung. Ia pendiam dan pemalu…
Pacar yang ia cintai dengan sungguh-sungguh, malah mencintai sahabatnya yang bersifat ceria dan menyenangkan. Dia menyadari hal itu, lalu melepas pacarnya untuk bersama dengan sahabatnya.
Apakah begitu?
Apakah menjadi pendiam dan pemalu begitu salah?
Apakah si pendiam dan pemalu, tak layak untuk dicintai?
Apakah orang yang ceria dan menyenangkan-lah yang selalu dicintai?
Hal ini menggelitik pikiranku dan suara hatiku berbicara:
Bukan seperti itu… Takdir setiap orang telah digariskan dan Tuhan menciptakan segala sesuatu dengan Adil. Kebahagiaan yang sejati tidak diukur dengan apa yang kita dapat, melainkan dengan apa yang kita beri.
Yoon Seung belum tentu merasa tidak bahagia. Ia telah memberikan cinta pada sahabatnya, bukankah itu adalah hal terindah yang dapat diberikan seorang sahabat?
Tak ada yang salah dengan sifat pendiam dan pemalu…
Seseorang, yang tidak dapat mencintaimu apa adanya, bukanlah seseorang yang ditakdirkan untuk mencintaimu dengan sungguh-sungguh.
Percayalah… Akan ada, seseorang yang memang ditakdirkan untukmu.
Advertisement
Like this:
Be the first to like this post.
Permalink
15/02/2009
Ditto (Korean Movie)
Posted in My Comments About Movies or Series tagged ditto, korean, movie at 4:13 am by hifni
Dipublikasikan pertama kali di bagian Pages blog ini pada Feb 15, 2009 @ 4:13
2 Juni 2006 malam, Aku menonton Ditto, sebuah drama korea lepas di Jak-TV. Pada beberapa hal, aku merasakan kemiripan sifat dengan karakter utama film tersebut, Yoon Seung. Ia pendiam dan pemalu…
Pacar yang ia cintai dengan sungguh-sungguh, malah mencintai sahabatnya yang bersifat ceria dan menyenangkan. Dia menyadari hal itu, lalu melepas pacarnya untuk bersama dengan sahabatnya.
Apakah begitu?
Apakah menjadi pendiam dan pemalu begitu salah?
Apakah si pendiam dan pemalu, tak layak untuk dicintai?
Apakah orang yang ceria dan menyenangkan-lah yang selalu dicintai?
Hal ini menggelitik pikiranku dan suara hatiku berbicara:
Bukan seperti itu… Takdir setiap orang telah digariskan dan Tuhan menciptakan segala sesuatu dengan Adil. Kebahagiaan yang sejati tidak diukur dengan apa yang kita dapat, melainkan dengan apa yang kita beri.
Yoon Seung belum tentu merasa tidak bahagia. Ia telah memberikan cinta pada sahabatnya, bukankah itu adalah hal terindah yang dapat diberikan seorang sahabat?
Tak ada yang salah dengan sifat pendiam dan pemalu…
Seseorang, yang tidak dapat mencintaimu apa adanya, bukanlah seseorang yang ditakdirkan untuk mencintaimu dengan sungguh-sungguh.
Percayalah… Akan ada, seseorang yang memang ditakdirkan untukmu.
Like this:
Permalink