My Life My Journey

It's All About My World

‘Wahn’, Penyakit Mematikan Umat Islam! 14/10/2016

Filed under: Religion Guidance — hifni1985 @ 10:50 pm
Tags: , , , ,

Umat Islam merupakan umat dengan jumlah terbesar di dunia ini. Meski terbesar, umat Islam perlu berhati-hati dengan sebuah penyakit yang dapat mematikan umat Islam di dunia. Penyakit ini merupakan penyakit yang sangat berbahaya dan mudah menyebar.

Ialah penyakit wahn.

Bagaimanakah ciri-ciri dan penyebaran penyakit Wahn ini?

Penyakit Wahn mudah menyerang siapa saja. Penyebaran penyakit ini biasanya menyerang orang-orang yang memiliki tingkat kekebalan tubuh yang lemah. Kekebalan tubuh yang dimaksud disini adalah nilai aqidah dalam diri seseorang. Proses penyebarannya melalui pernapasan yaitu melalui mulut ke mulut dan hal ini merupakan bibit penyakit.

Bagaimanakah ciri-ciri orang yang telah terserang penyakit Wahn? Ciri-ciri orang yang terserang penyakit Wahn adalah:

1. Badan terlihat loyo, lemas, dan tidak memiliki gairah untuk berdakwah dalam menyiarkan agama Allah.

2. Matinya ruh jihad dalam diri seseorang, sehingga seseorang tidak lagi memiliki jiwa jihad dalam dirinya.

3. Lebih mencintai dunia dan takut akan kematian yang akan menghampirinya.

Lalu apakah itu penyakit Wahn? Rasulullah shalallahu alaihi wassalam telah menjelaskan bahwa penyakit berbahaya itu bernama Wahn. Penyakit Wahn merupakan penyakit hati yaitu lebih mencintai dunia dan takut akan kematian. Jadi penyakit ini merupakan penyakit yang paling berbahaya bagi umat Islam dan mudah menular kepada setiap umat.

Saat ini penyakit Wahn telah banyak menjangkit semua kaum muslim yang ada di seluruh dunia. Namun, tidak ada penyakit yang tidak memiliki obatnya, tak terkecuali penyakit Wahn yang merupakan penyakit paling berbahaya bagi umat Islam.

Untuk menyembuhkan penyakit Wahn yang telah menyerang seseorang, perhatikan hal-hal sebagai berikut:

1. Kondisi tubuh
Kondisi tubuh yang dimaksudkan disini adalah kondisi ke-Islaman seseorang. Setiap orang memiliki tingkat keimanan atau ke-Islaman yang berbeda-beda. Seseorang yang memiliki tingkat keimanan yang kuat berarti memiliki aqidah yang kuat. Sebelum menyembuhkan penyakit Wahn yang menyerang seseorang maka terlebih dahulu harus mengetahui tingkat kondisi tubuh atau tingkat keislamannya pakah tinggi, sedang, atau malah rendah.

2. Kondisi psikologis
Kondisi psikologis seseorang menyangkut seputar nita dan kemauan seseorang dalam kesembuhannya. Jika niat untuk sembuh sangat tinggi maka proses penyembuhannya juga akan semakin cepat.

3. Teknik penyembuhan
Hal yang perlu diperhatikan dalam menyembuhkan penyakit Wahn, penyakit paling ditakuti umat Islam adalah tehnik atau metode pengobatan yaitu metode dakwah dan juga perawatannya atau proses pembinaan umat. Kesalahan dalam proses ini dapat menyebabkan talbis.

4. Mendeteksi jenis penyakit
Penyakit Wahn merupakan penyakit cinta dunia dan takut mati. Sebelumnya harus dikaji terlebih dahulu jenis penyakit cinta dunia ini apakah cinta harta, wanita, tahta atau kedudukan, atau cinta keluarga. Jika jenis penyakit telah diidentifikasi maka dapat mempercepat proses penyembuhannya.

5. Obat
Obat yang dapat menyembuhkan penyakit Wahn ini bersumber dari Al-Qur’an. Al-Qur’an merupakan pedoman hidup setiap umat Islam dan didalam kitab suci ini terkandung berbagai obat untuk penyakit hati yang telah menyerang setiap muslim.

6. Memperhatikan makanan dan minuman
Setiap muslim harus memperhatikan setiap makan dan minuman yang telah dikonsumsinya. Hindari mengkonsumsi makanan dan muniman yang haram.

7. Memilih rumah sakit
Rumah sakit untuk orang yang terjangkait penyakit Wahn ini adalah majlis-majlis yang selalu mengumandangkan asma Allah. Beberapa tempat yang merupakan rumah sakit bagi umat muslim yang terserang penyakit Wahn ini adalah masjid, majlis taklim, lingkungan pendidikan, dan tempat lainnya yang selalu mengagungkan Asma Allah.

Itulah beberapa informasi seputar Wahn, penyakit mematikan umat Islam yang telah banyak menjangkiti umat Islam di seluruh pelosok dunia.

Marilah terus berusaha melakukan perbaikan-perbaikan diri, jangan berhenti dengan dengan “merasa sudah cukup baik”; hingga melalaikan diri dari perbaikan diri!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s