My Life My Journey

It's All About My World

Hasil Assessment Kompetensi (2015) – My Result 02/03/2017

Filed under: Jobs — hifni1985 @ 5:24 pm
Tags: , , , , ,

simpeg-hipni-grafik

kompetensi-1

kompetensi-2

kompetensi-3

 
Grafik dan Tabel langsung diupload pada 27 Januari 2017
 

Tambahan Keterangan di bawah ini diupload pada 2 Maret 2017
 
 
KEKUATAN
 
– Menunjukkan sikap santun dan perilaku yang selalu bisa diterima secara positif oleh lingkungan sosialnya.
– Menghormati dan menjalankan hasil-hasil kesepakatan yang telah disepakati bersama dengan sepenuh hati.
– Menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam menerima tantangan tugas serta terhadap peningkatan tanggung jawab.
– Menunjukkan sikap asertif dalam menyampaikan pendapat untuk menciptakan suasana kerjasama yang dinamis.
– Menunjukkan kesediaan dan upaya untuk memfasilitasi serta mendorong peran dan kontribusi anggota lain dalam kelompok.
– Cukup tanggap melihat adanya ketidaksempurnaan yang terjadi dalam proses kerja yang sedang berjalan.
– Proaktif mengadopsi “best practices” yang memberikan kemudahan bagi proses kerja unitnya maupun pengguna jasanya.
– Berusaha menyesuaikan kecepatan bicara dengan tingkat pemahaman serta daya tangkap dari lawan bicara / pendengar.
– Menggunakan contoh, ilustrasi, dan analogi untuk mempermudah dan memperdalam pemahaman lawan bicara / pendengar.
– Memahami ruang lingkup tugas yang menjadi target kerja dan ukuran keberhasilan yang diharapkan serta menguasai keterampilan yang dibutuhkan untuk memenuhi target kerjanya.
– Dapat mengidentifikasi adanya hambatan serta menguasai keterampilan untuk melihat ketidaksempurnaan yang terjadi pada unit kerjanya, baik dalam hal efektivitas maupun efisiensi
– Memiliki pemahaman akan metode komunikasi dua arah serta menguasai keterampilan membangun dialog dalam menyampaikan dan menerima pesan secara efektif.
– Cukup akurat dalam mengurai dan mengidentifikasi faktor-faktor yang terkait dengan permasalahan yang dihadapi.
– Mununjukkan kesediaan yang kuat untuk mematuhi peraturan serta kebijakan yang diberlakukan dalam lingkungan organisasi.
– Tetap berupaya menyelesaikan tugas dengan mencoba alternatif yang berbeda saat menemui hambatan atau kegagalan.
– Menunjukkan kemandirian dalam mencari upaya yang esensial untuk menghadapi hambatan serta menyelesaikan masalah.
– Tanggap dalam menyikapi persoalan-persoalan yang berkaitan dengan tugas atau yang sudah dapat diantisipasi sebelumnya.
– Menelusuri informasi terkait dengan permasalahan yang sedang dihadapi untuk mendapatkan pemahaman yang lebih jelas.
– Menghorrmati karakter dan perilaku sosial orang lain yang merepresentasikan nilai-nilai budaya masing-masing.
– Melakukan tindakan pencegahan terhadap potensi konflik akibat adanya keberagaman budaya dalam unit kerjanya.
– Menghindari sikap dan pemikiran yang dapat mengundang konflik interpersonal yang tajam dan berakibat buruk.
– Menciptakan suasana yang memberikan keleluasaan bagi semua pihak untuk berpendapat dan saling berbagi masukan.
– Memiliki pemahaman menangkap informasi maupun stimulus belajar serta dalam keterampilan memproses dan memaknai informasi baru sebagai materi belajar yang dapat mengubah struktur berpikirnya.
– Terbiasa membangun pemahaman yang kritis berdasarkan logika deduktif dalam mengurai faktor-faktor yang saling terkait dari suatu permasalahan yang berkembang.
– Cukup terampil melakukan penalaran terhadap konsep yang abstrak serta dalam menemukan keterkaitan logis antara faktor-faktor yang relevan dengan suatu gagasan pemikiran yang kompleks.
– Memiliki pemahaman akan sasaran kinerja pribadi maupun unit kerjanya serta menguasai keterampilan yang diperlukan untuk memenuhi produktivitas kerja yang diharapkan.
– Memahami tahapan-tahapan pengerjaan tugas yang harus dilakukan serta menguasai keterampilan untuk mengembangkan proses kerja yang lebih efektif.
– Memiliki pemahaman akan metode kerja yang akurat serta menguasai keterampilan untuk mengevaluasi standar kelengkapan dan akurasi hasil kerja.
– Memahami metode penelusuran kebutuhan pengguna jasa serta menguasai keterampilan menyiapkan alternatif penyelesaian masalah pengguna jasa pelanggan dan pengguna jasa internal.
– Memahami kebutuhan akan informasi yang diperlukan untuk menunjang wawasan bidang tugas serta menguasai keterampilan untuk mengidentifikasi kebutuhan informasi.
– Memahami keragaman karakter dalam kelompok sosial serta memiliki keterampilan mengenai penerapan prinsip-prinsip toleransi dalam pergaulan sosial.
– Memiliki pemahaman akan peran sosial dalam dunia kerja serta menguasai keterampilan untuk menampilkan efektivitas pribadi dalam lingkungan kerja.
 
 
KEBUTUHAN PENGEMBANGAN
 
– Pemahaman terhadap nilai-nilai yang dibudayakan dalam organisasi belum sepenuhnya didukung oleh kesadaran untuk menerapkan nilaii-nilai tersebut dalam perilaku sosial sehari-hari.
– Pemahaman akan pola hubungan yang harus dikembangkan dalam situasi kerjasama belum ditunjang dengan penguasaan keterampilan menjaga efektivitas pribadi dalam aktivitas kerja kelompok.
– Kurang mendorong diri untuk mengembangkan wawasan berpikir dan berupaya mengimplementasikan hasil-hasil belajar.
– Masih menggunakan hubungan sebab akibat langsung dalam menyusun dasar-dasar untuk membangun kesimpulan.
– Kurang aktif memberi masukan mengenai metode kerja serta pertimbangan yang berkenaan dengan kualitas hasil kerja.
– Kurang berupaya merumuskan standar kualitas atas produk kerja sebagai acuan terhadap pengelolaan tugas-tugas yang diberikan.
– Belum terbiasa mengevaluasi hasil kerja pribadi berdasarkan standar kualitas yang tinggi untuk memperoleh kualitas terbaik.
– Kurang proaktif memberikan pelayanan kepada semua pihak yang membutuhkan bantuan atau pun yang meminta hasil kerjanya.
– Kurang aktif mengevaluasi setiap keluhan yang diterima untuk mengembangkan alternatif pelayanan yang sesuai kebutuhan pelanggan.
– Kurang aktif mempelajari dan mencoba mengenali kebutuhan pelanggan untuk mengembangkan konsep pelayanan yang lebih baik.
– Kurang berupaya meleburkan gagasan dari berbagai pihak sebagai sarana untuk membangun pola interaksi sosial yang setara.
– Belum memiliki pemahaman yang memadai akan tujuan umum organisasi serta implementasinya dalam bentuk penyelarasan sasaran-sasaran kerja jangka pendek dan menengah.
 
 
SARAN UMUM
 
Pengembangan kompetensi adalah upaya sinergis yang melibatkan manajemen, atasan, dan karyawan itu sendiri, yang berarti tiga pihak harus mengambil tindakan pengembangan secara bersama-sama. Manajemen harus menyediakan sumber daya pengembangan, nilai-nilai organisasi, prosedur dan kebijakan, rencana bisnis dan strategi, dan menetapkan tujuan jangka panjang. Atasan harus memastikan kebutuhan pengembangan, mempercepat peningkatan kompetensi dan kinerja, metode dan strategi, melakukan review dan mengevaluasi kinerja, meningkatkan target dan membuat sasaran yang lebih tinggi, serta memonitor kemajuan dan hambatan. Karyawan harus tahu apa saja nilai-nilai, pengetahuan, dan keterampilan yang harus ditunjukkan, target dan tujuan, serta sasaran kinerja.
Bentuk saran pengembangan kompetensi berikut ini adalah tindakan sinergis di antara ketiga pihak, yang logis dan praktis, serta dapat dilakukan dalam situasi kerja dan menyatu dengan tugas dan tanggung jawab jabatan. Saran-saran pengembangan ini merupakan contoh aktifitas pengembangan yang biasa diterapkan dalam organisasi yang berkembang. Karena itu masih dapat diperluas dan diselaraskan dengan strategi pengembangan organisasi masing-masing. Untuk mengimplementasikan saran-saran pengembangan ini, sebelumnya perlu diperhatikan :

a. Penguasaan kompetensi atau tingkat kemahiran yang secara aktual dimiliki masing-masing karyawan saat ini, agar tindakan pengembangan menjadi lebih tajam dan lebih efektif.
b. Area pengembangan optimum dari masing-masing karyawan serta penjelasannya, agar aktivitas pengembangan lebih terarah dan lebih efisien.
 
 
SARAN KHUSUS ATAS DUA ASPEK YANG PERLU DITINGKATKAN
 
ASPEK BERPIKIR KONSEPTUAL
Berpikir Konseptual (BK) : Untuk mengembangkan daya kritis serta optimalisasi penggunaan penalaran dalam memahami merumuskan gagasan atau pemikiran konseptual, maka disarankan aktivitas pengembangan berikut :

A. Manajemen dapat mengembangkan logika induktif karyawan, melalui :
– Menyelenggarakan pelatihan internal menyangkut learning how to learn;
– Menciptakan budaya reading and learning behavior, untuk memperkaya khasanah pengetahuan, serta mengenali teori / konsep yang mendasari suatu isu / permasalahan;
– Mengembangkan “knowledge management”, yang berisi pengetahuan dan wawasan organisasi, termasuk sejarah, best practices, dan pengalaman mengatasi permasalahan-permasalahan dalam organisasi, sebagai referensi bagi karyawan untuk memahami permasalahan yang kompleks, maupun sebagai panduan dalam mengimplementasikan konsep-konsep yang rumit.

B. Atasan dapat memperkuat ketajaman penalaran bawahan, melalui :
– Menugaskan bawahan untuk menyusun SOP, alur proser kerja / chart of account, atau pun materi presentasi untuk mengaktivasi logika induktif-nya;
– Meminta karyawan untuk mengumpulkan dan membaca artikel yang memuat pengetahuan dan konsep terkini yang relevan dengan kebutuhan organisasi / divisi / departemen, dan meminta membuat resensinya.

C. Karyawan dapat memperkuat daya kritis untuk merumuskan pemikiran konseptual, melalui :
– Lebih banyak membaca buku pengetahuan terkait dengan bidang kerjanya maupun organisasi, untuk memperkaya wawasan konseptual / teoritis yang relevan dengan bidang kerjanya;
– Secara sendiri-sendiri atau bersama-sama, mencoba membuat rumusan / konsep mengenai alur kerja, mulai dari yang sederhana hingga mengembangkan konsep operasi yang lebih kompleks.

 

KOMITMEN TERHADAP ORGANISASI
Komitmen terhadap Organisasi (KtO) : Dalam terminologi yang lebih mudah dipahami, KtO sering dipadankan dengan feel of reward dan feel of responsibility atau perasaan berharga menjadi bagian dari organisasi sekaligus rasa bertanggung jawab terhadap pencapaian tujuan organisasi. Untuk membangun rasa berharga dan rasa bertanggung jawab terhadap tugas jabatan dan organisasi, serta agar karyawan berusaha menyelaraskan tujuan pribadinya dengan tujuan organisasi, maka disarankan aktivitas pengembangan berikut :

A. Manajemen dapat menciptakan kesadaran berorganisasi serta memiliki persepsi positif terhadap organisasi maupun program-program strategis yang dicanangkan, melalui :
– Pelatihan dan kegiatan-kegiatan yag bersifat motivasional;
– Sosialisasi rencana strategis dan prestasi organisasi maupun program-program strategis, agar karyawan memahami visi-misi dan keutamaan dari strategi organisasi, serta untuk menciptakan rasa bangga dan rasa memiliki terhadap organisasi;
– Mengembangkan reward system dan career planning / development program yang “fair”

B. Atasan dapat menciptakan job-involvement atau perasaan untuk terlibat dalam agenda dan aktivitas organisasi, melalui :
– Mengembangkan job clarity dengan cara menyusun KPI yang jelas dan “achievable”, untuk memastikan setiap karyawan memahami tugas-tugas dan tanggung jawabnya serta sasaran dan ukuran keberhasilan kinerjanya, serta untuk mendorong agar setiap karyawan berupaya memenuhi target kerjanya;
– Menerapkan performance management yang terencana dengan baik untuk memastikan keberhasilan setiap karyawan dalam mencapai sasaran kinerja (KPI)-nya.

C. Karyawan dapat meningkatkan kesadaran berorganisasi , melalui :
– Mencermati aktivitas dan proses bisnis organisasi, dan berusaha memahami kendala dan permasalahan yang dihadapi organisasi;
– Aktif berperan dalam kegiatan formal maupun kegiatan sosial yang diselenggarakan organisasi.

 

 

Peserta Aneh di Pelatihan Sensus Penduduk 2010 13/04/2010

Filed under: Jobs — hifni1985 @ 4:04 pm
Tags: , , , , , , , ,


 
 
Ditulis Pertama Kali di Note Facebook Pada 13 April 2010.

Di gelombang terakhir Pelatihan Sensus Penduduk 2010, aku mengajar sebuah kelas di salah satu kecamatan. Aku diberi tahu oleh KSK, brdasarkan pengalaman nya mengenal salah satu peserta di kelasku bahwa seorang peserta tersebut adalah seorang yg sok tau, n kurang perhatian, suka nyeletuk, takutnya nanti akan mbuat phatian peserta lain tralihkan, suka btanya hal yg sbenarnya tdk perlu ato mperpanjang masalah yg ditanyakan.
Oh, begitukah? Ok, ini akan jd bahan bagi ku. Aku akan mengatasinya.
Mulai hari pertama aku mengajar, aku sudah mulai melihat indikasi seperti yg dikatakan padaku.
Kalau dia btanya yg mengada2, kukembalikan pd materi. Kalau dia btanya yg memang ada, kujelaskan sesuai konsep. Kalau sudah jelas, dia masih memperpanjang, ku pertegas dan ku kembali ke materi. Apalagi peserta lain sdh keliatan gerah, dan bilang, lanjut bu, lanjut… Hehe..
Suka sok tau dan kurang memperhatikan. Sering kudapati, dia tidak melihat penjelasanku, tidak membuka bukunya, atau bahkan ada saat dia menjelaskan sesuatu ke sebelahnya saat ku tengah menerangkan. Kuingatkan dia.

Perhatian nya ya pak.
Bukunya dibuka ya pak.
Tolong liat ke depan ya pak.
Sebentar ya pak, tolong diperhatikan.

KSK untuk kec ini sepertinya sudah gerah dan melapor pada pak sekcam agar bapak tadi ditegur karena takutnya dia akan mengganggu peserta yg lainnya. Jadilah pak sekcam turun tangan. Kalau ku sendiri sih, ga ambil pusing, karna ku merasa bisa menanganinya, tp ya demi kebaikan peserta, ga apalah kalo dia ditegur.
Pelatihan terus berjalan. Hari ketiga, setelah Try Out, tibalah saat pengarahan. Bu Dyah menyempatkan hadir dari BPS Prop. Ini yang menarik. Saat sesi tanya jawab, si Bapak di kelasku yg jadi topik pembicaraan ini, mengangkat tangan, dengan semangat ia bercerita, yg ternyata adalah kritikan buatku. Ia bilang, bahwa aku tidak mengajar dengan baik, bahwa ia mewakili teman2, bnyk yg tdk mengerti, bahwa aku bnyk menggunakan bhs yg ga bs dcerna oleh yg berpendidikan rendah.
Tanggapanku?
Aku sih biasa saja. Percaya, ga percaya, sehari sebelumnya, aku sudah punya firasat dia akan melakukan hal itu hari ini. Mempermalukanku di dpn umum. Apakah aku malu? Oh, tentu tidak. Karna aku tidak merasa melakukan yg ia tuduhkan itu.
Pertama, aku merasa sudah mengajar dengan baik. Karna ini gel ketiga, aku sudah melakukan perbaikan dan memikirkan strategi bagaimana supaya materi bisa terserap dg lbh baik oleh peserta. Aku memperbanyak uji coba ato praktek.
Kedua, masalah ia banyak tidak mengerti. Sebagian karena ia banyak tidak memperhatikan. Seringkali kutegur, nanti mangkir lagi. Pernah juga telat masuk saat pelatihan dimulai. Masalah ia mewakili teman nya, hmm, aku ga yakin hal itu, karna aku melihat ia jarang tuh berdiskusi dg peserta lainnya.
Ketiga, aku bnyk menggunakan istilah yg tdk dmengerti orang.
(Oh My God, where have you been? Are you sure, you’re in my class?
Dari mana aja pak? Apa bapak yakin, bapak di kelas saya?)
Hehehe, yaelah, justru aku bnyk mggunakan bhs daerah, pak. Aku mencontohkan cara bertanya dlm bhs daerah sehari2. Aku mengingatkan bhw di kuesioner, jangan dibaca persis seperti itu. Aku mempraktekkan dg mengajak bergiliran peserta2 di kelas. Supaya mereka yg pendidikan nya kurang tadi, bisa lebih memahami.
Jadi, tuduhan yang sangat tidak mendasar kan?
Apakah aku marah?
Apakah aku melakukan pembelaan?
Enggak.
Jika memang diberi kesempatan, aku akan menyampaikan seadanya pendapatku dengan cara yg baik. Tapi kalau pun tidak, tak apa, karna aku merasa Pernyataan nya itu dilatarbelakangi Pembalasan Dendam Karna Sakit Hati. Bukan keluhan yg sejujurnya.
Di luar dugaan, Bapak yang bertanya kedua, yg juga dari kelasku, setelah bertanya, melakukan pembelaan terhadapku.
Ia bilang bahwa aku mengajar dengan baik. Ia bisa mengerti setelah kuajarkan. Bahwa aku banyak memberi contoh dan mengajak praktek, bahkan menawarkan pada peserta untuk turut serta praktek ke depan. Yang melihat juga jadi lebih mengerti. Bahwa aku menjawab pertanyaan mereka dengan jelas. Dan bahwa ia percaya teman2 yang lain juga mengerti dan merasa hal yg sama seperti dia. Dan disambut dengan tepuk tangan dari peserta2 lain dari kelasku.
Aku tersenyum. Kurasa hal itu sudah lebih dari cukup untuk menjawab.
Jika ia mencoba untuk menjatuhkanku dg menjelekkan diriku di depan petinggi dari kab ato prop. Well, anda salah teman. Justru aib anda yg jstru tbongkar. Dan anda salah, kalo mengira itu akan merugikan saya.
Sejak awal aku mengajar, aku tidak melakukan nya untuk pamrih. Aku hanya berusaha sebaik mungkin supaya peserta mengerti. Dilihat, tak dilihat, sama saja, karna bukan itu yg penting. Tapi masalah tanggung jawab. Aku ingin membuat mereka paham dan sensus penduduk ini berhasil. Itu saja. Ini tugasku sebagai Inda.
Yah, itulah sekelumit kisah pengalamanku sebagai Inda. Jadi lebih memperkaya khazanah pemikiranku sebagai manusia biasa.
Semoga terus dan terus, aku bisa berkembang menjadi pribadi yang lebih baik. Aamiin..
 
 

Disclaimer: Gambar bukan milikku.

 

 
%d bloggers like this: