My Life My Journey

It's All About My World

Lima Shalat Shunah dan Manfaatnya 02/11/2016

Filed under: Religion Guidance — hifni1985 @ 7:28 pm
Tags: , ,

14102479_1092837197479557_9005331184181539811_n

14141621_1092837214146222_444319286567966655_n

14088661_1092837237479553_2290098943065247552_n

14079778_1092837260812884_5782144512686724627_n

14067432_1092837280812882_2290055905314037994_n

 

Tiga Puluh Enam (36) Tanda Anda Sudah Menjadi Budak Dunia 14/10/2016

Filed under: Religion Guidance — hifni1985 @ 10:54 pm
Tags: , , ,

*TIGA PULUH ENAM (36) TANDA ANDA SUDAH MENJADI BUDAK DUNIA*

1. Anda tidak bersiap-siap saat waktu shalat akan tiba.
2. Anda melalui hari ini tanpa sedikitpun membuka lembaran Al-Qur’an lantaran Anda terlalu sibuk.
3. Anda sangat perhatian dengan omongan orang lain tentang diri Anda.
4. Anda selalu berpikir setiap waktu bagaimana caranya agar harta Anda semakin bertambah.
5. Anda marah ketika ada orang yang memberikan nasihat bahwa perbuatan yang Anda lakukan adalah haram.
6. Anda terus menerus menunda untuk berbuat baik. “Aku akan mengerjakannya besok, nanti, dan seterusnya.”
7. Anda selalu mengikuti perkembangan gadget terbaru dan selalu berusaha memilikinya.
8. Anda sangat tertarik dengan kehidupan para selebriti.
9. Anda sangat kagum dengan gaya hidup orang-orang kaya.
10. Anda ingin selalu menjadi pusat perhatian orang.
11. Anda selalu bersaing dengan orang lain untuk meraih cita-cita duniawi.
12. Anda selalu merasa haus akan kekuasaan dan kedigdayaan dalam hidup, dan perasaan itu tidak dapat dibendung.
13. Anda merasa tertekan manakala Anda gagal meraih sesuatu.
14. Anda tidak merasa bersalah saat melakukan dosa-dosa kecil
15. Anda tidak mampu untuk segera berhenti berbuat yang haram, dan selalu menunda bertaubat kepada Allah.
16. Anda tidak kuasa berbuat sesuatu yang diridhai Allah hanya karena perbuatan itu bisa mengecewakan orang lain
17. Anda sangat perhatian terhadap harta benda yang sangat ingin Anda miliki.
18. Anda merencanakan kehidupan hingga jauh ke depan.
19. Anda menjadikan aktivitas belajar agama sebagai aktivitas pengisi waktu luang saja, setelah sibuk berkarir.
20. Anda memiliki teman-teman yang kebanyakannya tidak bisa mengingatkan Anda kepada Allah.
21. Anda menilai orang lain berdasarkan status sosialnya di dunia.
22. Anda melalui hari ini tanpa sedikitpun terbersit memikirkan kematian.
23. Anda meluangkan banyak waktu sia-sia melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi kehidupan akhirat.
24. Anda merasa sangat malas dan berat untuk mengerjakan suatu ibadah.
25. Anda tidak kuasa mengubah gaya hidup Anda yang suka berfoya-foya, walaupun Anda tahu bahwa Allah tidak menyukai gaya hidup seperti itu.
26. Anda senang berkunjung ke negeri-negeri kafir.
27. Anda diberi nasihat tentang bahaya memakan harta riba, akan tetapi Anda beralasan bahwa beginilah satu-satunya cara agar tetap bertahan di tengah kesulitan ekonomi.
28. Anda ingin menikmati hidup ini sepuasnya.
29. Anda sangat perhatian dengan penampilan fisik Anda.
30. Anda meyakini bahwa hari kiamat masih lama datangnya.
31. Anda melihat orang lain meraih sesuatu dan Anda selalu berpikir agar dapat meraihnya juga.
32. Anda ikut menguburkan orang lain yang meninggal, tapi Anda sama sekali tidak memetik pelajaran dari kematiannya.
33. Anda ingin semua yang Anda harapkan di dunia ini terkabul
34. Anda mengerjakan shalat dengan tergesa-gesa agar bisa segera melanjutkan pekerjaan.
35. Anda tidak pernah berpikir bahwa hari ini bisa jadi adalah hari terakhir Anda hidup di dunia.
36. Anda merasa mendapatkan ketenangan hidup dari berbagai kemewahan yang Anda miliki, bukan merasa tenang dengan mengingat Allah.
_____
*Rahael Bahrain*

Image may contain: 1 person , beard
 

‘Wahn’, Penyakit Mematikan Umat Islam!

Filed under: Religion Guidance — hifni1985 @ 10:50 pm
Tags: , , , ,

Umat Islam merupakan umat dengan jumlah terbesar di dunia ini. Meski terbesar, umat Islam perlu berhati-hati dengan sebuah penyakit yang dapat mematikan umat Islam di dunia. Penyakit ini merupakan penyakit yang sangat berbahaya dan mudah menyebar.

Ialah penyakit wahn.

Bagaimanakah ciri-ciri dan penyebaran penyakit Wahn ini?

Penyakit Wahn mudah menyerang siapa saja. Penyebaran penyakit ini biasanya menyerang orang-orang yang memiliki tingkat kekebalan tubuh yang lemah. Kekebalan tubuh yang dimaksud disini adalah nilai aqidah dalam diri seseorang. Proses penyebarannya melalui pernapasan yaitu melalui mulut ke mulut dan hal ini merupakan bibit penyakit.

Bagaimanakah ciri-ciri orang yang telah terserang penyakit Wahn? Ciri-ciri orang yang terserang penyakit Wahn adalah:

1. Badan terlihat loyo, lemas, dan tidak memiliki gairah untuk berdakwah dalam menyiarkan agama Allah.

2. Matinya ruh jihad dalam diri seseorang, sehingga seseorang tidak lagi memiliki jiwa jihad dalam dirinya.

3. Lebih mencintai dunia dan takut akan kematian yang akan menghampirinya.

Lalu apakah itu penyakit Wahn? Rasulullah shalallahu alaihi wassalam telah menjelaskan bahwa penyakit berbahaya itu bernama Wahn. Penyakit Wahn merupakan penyakit hati yaitu lebih mencintai dunia dan takut akan kematian. Jadi penyakit ini merupakan penyakit yang paling berbahaya bagi umat Islam dan mudah menular kepada setiap umat.

Saat ini penyakit Wahn telah banyak menjangkit semua kaum muslim yang ada di seluruh dunia. Namun, tidak ada penyakit yang tidak memiliki obatnya, tak terkecuali penyakit Wahn yang merupakan penyakit paling berbahaya bagi umat Islam.

Untuk menyembuhkan penyakit Wahn yang telah menyerang seseorang, perhatikan hal-hal sebagai berikut:

1. Kondisi tubuh
Kondisi tubuh yang dimaksudkan disini adalah kondisi ke-Islaman seseorang. Setiap orang memiliki tingkat keimanan atau ke-Islaman yang berbeda-beda. Seseorang yang memiliki tingkat keimanan yang kuat berarti memiliki aqidah yang kuat. Sebelum menyembuhkan penyakit Wahn yang menyerang seseorang maka terlebih dahulu harus mengetahui tingkat kondisi tubuh atau tingkat keislamannya pakah tinggi, sedang, atau malah rendah.

2. Kondisi psikologis
Kondisi psikologis seseorang menyangkut seputar nita dan kemauan seseorang dalam kesembuhannya. Jika niat untuk sembuh sangat tinggi maka proses penyembuhannya juga akan semakin cepat.

3. Teknik penyembuhan
Hal yang perlu diperhatikan dalam menyembuhkan penyakit Wahn, penyakit paling ditakuti umat Islam adalah tehnik atau metode pengobatan yaitu metode dakwah dan juga perawatannya atau proses pembinaan umat. Kesalahan dalam proses ini dapat menyebabkan talbis.

4. Mendeteksi jenis penyakit
Penyakit Wahn merupakan penyakit cinta dunia dan takut mati. Sebelumnya harus dikaji terlebih dahulu jenis penyakit cinta dunia ini apakah cinta harta, wanita, tahta atau kedudukan, atau cinta keluarga. Jika jenis penyakit telah diidentifikasi maka dapat mempercepat proses penyembuhannya.

5. Obat
Obat yang dapat menyembuhkan penyakit Wahn ini bersumber dari Al-Qur’an. Al-Qur’an merupakan pedoman hidup setiap umat Islam dan didalam kitab suci ini terkandung berbagai obat untuk penyakit hati yang telah menyerang setiap muslim.

6. Memperhatikan makanan dan minuman
Setiap muslim harus memperhatikan setiap makan dan minuman yang telah dikonsumsinya. Hindari mengkonsumsi makanan dan muniman yang haram.

7. Memilih rumah sakit
Rumah sakit untuk orang yang terjangkait penyakit Wahn ini adalah majlis-majlis yang selalu mengumandangkan asma Allah. Beberapa tempat yang merupakan rumah sakit bagi umat muslim yang terserang penyakit Wahn ini adalah masjid, majlis taklim, lingkungan pendidikan, dan tempat lainnya yang selalu mengagungkan Asma Allah.

Itulah beberapa informasi seputar Wahn, penyakit mematikan umat Islam yang telah banyak menjangkiti umat Islam di seluruh pelosok dunia.

Marilah terus berusaha melakukan perbaikan-perbaikan diri, jangan berhenti dengan dengan “merasa sudah cukup baik”; hingga melalaikan diri dari perbaikan diri!

 

Sifat-sifat Orang Beriman 22/02/2009


Al Qur’an Surat 23 Ayat 1-11
”Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
(yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam sholatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, …, dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya, dan orang-orang yang memelihara sholatnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.”

Orang-orang yang beriman, akan memiliki sifat-sifat sebagai berikut:

1. Orang-orang yang khusyu’ dalam sholatnya.

  • Mengerti bacaan sholat.
  • Memusatkan perhatian hanya kepada Allah Swt.
  • Mengikhlaskan ketaatan.
  • Tenang dan konsentrasi.

2. Orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tidak berguna.

Hadits Rasulullah SAW, riwayat Abu Hurairah:
“Sebagian kebaikan keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna.”
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.”

3. Orang-orang yang menunaikan zakat.

4. Orang-orang yang menjaga kemaluan.

Al Qur’an Surat 17 Ayat 32
”Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”

Imam Ahmad berkata:
Saya tidak mengetahui setelah pembunuhan ada dosa besar kecuali perzinahan.

5. Orang-orang yang memelihara amanat dan janji.
Saat muslim berjanji, maka ia akan mengucapkan Insya’ Allah.

6. Orang-orang yang memelihara sholatnya.

Al Qur’an Surat 70 Ayat 32-35
”Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. Dan orang-orang yang memberikan kesaksiannya. Dan orang-orang yang memelihara sholatnya. Mereka itu (kekal) di surga lagi dimuliakan.”

 

Pertarungan antara yang Haq dan yang Bathil


Dalam kehidupan, kita seringkali dihadapkan pada dua pilihan, pilihan yang benar atau yang salah dan menuju pada perbuatan yang baik atau yang buruk. Kelihatan sederhana, namun dalam prakteknya, keberadaan sisi positif dan negatif dalam diri kita kadangkala membuat kita gamang dalam memilih dan terjerumus dalam perbuatan yang buruk.

Ada hal-hal yang perlu kita cermati dan terapkan dalam alur kehidupan kita, yang mampu membuat kita terhindar dari keburukan.
1. Mencintai Allah Swt.
2. Bersikap lemah lembut terhadap orang mukmin dan tegas terhadap orang kafir.
3. Berjuang di jalan Allah Swt.
4. Tidak takut celaan orang yang suka mencela.
5. Setia pada Allah Swt, Rasul, dan orang-orang mukmin.
6. Teguh pendirian.
7. Senantiasa berdzikir (mengingat Allah).
8. Taat kepada Allah Swt dan Rasul-Nya.
9. Tidak saling berbantah-bantahan.
10. Bersabar.
11. Tidak berkeluh kesah.
12. Tidak sombong.
13. Tidak riya’.
14. Tidak menghalangi dari jalan Allah Swt.

Allah Swt menciptakan malaikat dan setan. Malaikat membisikkan petunjuk baik yang membawa kita pada jalan kebenaran. Sementara setan melancarkan bujuk rayu yang membawa kita pada keburukan. Untuk itu, kita perlu mewaspadai langkah-langkah setan untuk menjerumuskan manusia.
1. Menjadikan manusia was-was atau curiga.
2. Menjadikan lupa.
3. Memanjangkan angan-angan.
4. Memberi janji-janji palsu.
5. Membuat tipu daya.
6. Menyamarkan kebenaran.
7. Menghilangkan Keberanian.

 

Manajemen Lisan

Filed under: Religion Guidance — hifni1985 @ 8:17 am
Tags: , , , , , , ,

Seorang muslim harus menjaga lisan (perkataan). Hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh lisan, yaitu:
1. Menyumpah dan mengutuk.
2. Berbantah-bantahan.
3. Perkataan yang melebih-lebihkan.
4. Bersenda gurau berlebihan.
5. Janji palsu.
6. Menghina dan menertawakan.
7. Membuka rahasia.
8. Berdusta pada ucapan dan sumpah.

 

Indikasi Ibadah diterima oleh Allah Swt


1. Ibadah bisa mewujudkan cinta dan ketenangan di awal dan akhir.
Maksudnya, saat kita beribadah merupakan saat dimana kita beristirahat, dan setelah kita beribadah, jiwa kita merasa tenang.

2. Ibadah bisa melahirkan ibadah-ibadah yang lain.
Misalnya, setelah kita beribadah sholat, kita bersemangat untuk tilawah Al Qur’an, lalu kita bersemangat untuk beramal sholeh sesuai tuntunan Al Qur’an.

3. Ibadah tidak hanya bersifat ritual.
Ibadah bukan hanya sekedar ritual yang dilakukan, yaitu kita memperhatikan dan mencukupi rukun-nya saja, melainkan disertai kekhusyu’an saat menjalankannya.

4. Ibadah bisa membawa perubahan pribadi menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Kondisi keimanan kita menjadi lebih baik dari sebelumnya, yang terlihat dari akhlaq kita yang semakin baik.

5. Ibadah bisa melahirkan sikap istiqomah (teguh).
Ibadah yang kita lakukan bersifat kontinyu, berkesinambungan, tidak hanya beribadah pada waktu tertentu. Misalnya, saat bulan Ramadhan kita rajin beribadah, maka harus dilanjutkan dan ditingkatkan lagi di bulan-bulan berikutnya.

 

 
%d bloggers like this: